Analisis Jurnal
Judul :
PENINGKATAN
KEMAMPUAN MELAKUKAN GERAKAN SHALAT MELALUI PRAKTIK LANGSUNG PADA ANAK USIA 5-6
TAHUN
Penulis : Rosidawati, Marmawi, R, Desni Yuniarni
Latar Belakang :
Salah satu
bentuk peningkatan kecerdasan spiritual anak yang dapat dibelajarkan pada anak
usia dini adalah kemampuan meniru gerakan beribadah seperti gerakan shalat.
Menurut Thoyar dan Mu’ti (2008:79) “Shalat yang hukumnya wajib berjumlah lima
yaitu shalat Shubuh, Zuhur, Asar, Maggrib dan Isya. Shalat wajib disebut juga
dengan shalat fardhu, hukum melaksanakan shalat fardhu adalah wajib”.Kecerdasan
anak untuk meniru gerakan shalat merupakan kemampuan manusia untuk mengenali
potensi fitrah dalam dirinya serta kemampuan seseorang mengenali Tuhannya yang
telah menciptakannya, sehingga di manapun berada merasa dalam pengawasan
Tuhannya.
Masalah :
Sehubungan dengan kemampuan meniru gerakan shalat pada
anak usia 5-6 tahun, peneliti melakukan observasi di TK. Raudhatul Jannah,
diketahui bahwa dari 15 anak kelompok B hanya 6 orang atau 40% yang sudah mampu
meniru gerakan shalat sedangkan 9 orang masih mengalami kesulitan meniru
gerakan beribadah. Rendahnya kemampuan anak untuk melaksakanan gerakan shalat
dapat dilihat dari beberapa hal seperti kemampuan meniru gerakan shalat yang
masih berbeda-beda, ada anak yang sudah menguasai gerakan takbiratul ihram
sampai salam, ada anak yang belum tahu urutan gerakan shalat dan ada pula anak
yang tidak menguasai gerakan-gerakan shalat.
Melihat rendahnya kemampuan anak melakukan gerakan
shalat, maka diperlukan sutau pembelajaran praktik langsung. Pengajaran
langsung adalah salah satu mengajar yang dirancang khusus untuk menunjang
proses belajar anak yang berkaitan dengan pengetahuan deklaratif dan
pengetahuan prosedural yang terstruktur dengan baik yang dapat diajarkan dengan
pola kegiatan yang bertahap, selangkah demi selangkah (Arends dalam Trianto,
2009:41).
Menurut M. Nur
dan Kardi (2000:7) pengajaran langsung adalah pembelajaran yang berpusat pada
guru, yang mempunyai 5 langkah dalam pelaksanaannya, yaitu menyiapkan anak
menerima pelajaran, demontrasi, pelatihan terbimbing, umpan balik, dan
pelatihan lanjut (mandiri).
Tujuan Penelitian :
Tujuan penelitian ini adalah
untuk mengetahui: 1) Perencanaan pembelajaran gerakan shalat melalui praktik
langsung pada anak usia 5-6 tahun di Taman Kanak-Kanak Raudhatul Jannah
Pontianak, 2) Pelaksanaan pembelajaran gerakan shalat melalui praktik langsung
pada anak usia 5-6 tahun di Taman Kanak-Kanak Raudhatul Jannah Pontianak dan 3)
Peningkatan kemampuan melakukan gerakan shalat melalui praktik langsung pada
anak usia 5-6 tahun di Taman Kanak-Kanak Raudhatul Jannah Pontianak.
Metode Penelitian :
Langkah-langkah penelitian ini adalah sebagai
berikut: 1). Perencanaan, 2). Pelaksanaan, 3). Pengamatan atau Observasi dan
4). Refleksi.
Hasil Penelitian :
Secara umum
hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: 1) Perencanaan pembelajaran
gerakan shalat melalui praktik langsung pada anak usia 5-6 tahun di Taman
Kanak-Kanak Raudhatul Jannah Pontianak sudah sangat baik karena guru telah
menyiapkan RKH dan media yang akan digunakan dalam menigkatkan kemampuan
gerakan shalat, 2) Pelaksanaan pembelajaran gerakan shalat melalui praktik
langsung pada anak usia 5-6 tahun di Taman Kanak-Kanak Raudhatul Jannah
Pontianak telah dilaksanakan guru dengan sangat baik, hasil tersebut dapat
dilihat dari hasil pelaksanaan pembelajaran siklus I pertemuan III hanya
memperoleh rata-rata 75,36 dan meningkat pada siklus II menjadi 92,70 dan 3)
Praktik langsung dapat meningkatkan kemampuan melakukan gerakan shalat pada
anak usia 5-6 tahun di Taman Kanak-Kanak Raudhatul Jannah Pontianak yaitu
sebesar 32,23% hasil tersebut diperoleh dari rata-rata siklus I dikurangi rata
siklus II (42,77-75=32,23%).
Sumber : Jurnal ini diambil dari sumber link



Komentar
Posting Komentar